Akuntansi : Laporan Laba-Rugi (Income Statement)

Follow my blog with Bloglovin Laporan Laba-Rugi dipergunakan untuk menggambarkan informasi mengenai penghasilan, biaya dan pendapatan bersih perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode waktu tertentu.

Komponen yang ada pada Laporan Laba-Rugi adalah Penjualan, Harga pokok penjualan (HPP), Laba kotor, Biaya-biaya usaha sendiri, Beban penjualan, Beban administrasi, Laba usaha, Pendapatan (beban) lain-lain, Laba (rugi) sebelum pajak dan Laba bersih.

Pada Sheet1, masukan jumlah Pendapatan dan Biaya pada kolom yang tersedia, misalnya Pendapatan Rp 1.000.000 dan Biaya Rp 900.000. Jumlah Laba yang diperoleh adalah Rp 100.000.

LAPORAN LABA RUGI


Pendapatan
Rp                           1,000,000


Biaya
Rp                              900,000


Laba (Rugi)
Rp                              100,000

Pada Sheet2, masukan jumlah Pendapatan dan Biaya-biaya pada kolom yang tersedia.

LAPORAN LABA RUGI




Pendapatan

Rp 1,000,000



Biaya
Rp 100

Biaya
Rp 200

Biaya
Rp 50

Biaya
Rp 120

Biaya
Rp 200

Biaya
Rp 300

Biaya
Rp 100


Total Biaya
Rp 1,070




Laba (Rugi)
Rp 998,930

Pada Sheet3, masukan jumlah Pendapatan, HPP dan Biaya-biaya pada kolom yang tersedia.

LAPORAN LABA RUGI





Penjualan

Rp 1,000,000
Harga Pokok Penjualan

Rp 500,000
Laba (Rugi) Kotor

Rp 500,000



Biaya Gaji
Rp 100,000

Biaya Pemasaran
Rp 100,000

Biaya Penyusunan Peralatan Toko
Rp 100,000

Biaya Pengiriman
Rp 100,000

Biaya Penjualan Rupa-rupa
Rp 100,000

Biaya Sewa
Rp 100,000

Biaya Penyusutan Kendaraan
Rp 100,000

Biaya perjalanan
Rp 100,000

Biaya Asuransi
Rp 100,000

Biaya Perlengkapan Kantor
Rp 100,000

Biaya Administrasi Rupa-rupa
Rp 100,000

Jumlah Biaya Usaha

Rp 1,100,000



Laba (Rugi) Usaha

Rp (600,000)

Silahkan baca artikel sebelumnya :

Akuntansi : Pasiva (Liabilities)

Pasiva menunjukan sumber atau asal dana untuk mendapatkan aktiva. Sisi pasiva terdiri dari hutang lancar, hutang jangka panjang dan modal sendiri.

a. Hutang Lancar (Current Liabilities)

Adalah kewajiban yang harus dilunasi dalam jangka waktu satu tahun. Beberapa komponen Hutan Lancar adalah :
  1. Pinjaman bank jangka pendek (short-term bank loam)
  2. Wesel bayar (notes payable)
  3. Hutang dagang (accounts payable)
  4. Biaya yang masih harus dibayar (accured expenses)
b. Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities/Debt)

Adalah kewajiban yang memiliki jangka waktu pembayaran kembali (jatuh tempo) lebih dari satu tahun. Beberapa komponen hutang jangka panjang adalah :

  1. Pinjaman bank (bank loans)
  2. Wesel bayar jangka panjang (long-terms notes payable)
c. Modal (Equity)

Adalah modal perusahaan yang berasal dari modal saham, tambahan modal disetor dan laba ditahan perusahaan.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel sebelumnya :

Akuntansi : Aktiva (Assets)

Aktiva terbagi menjadi 2 (dua) bagian :

a. Aktiva Lancar (Current Asset)

Adalah kekayaan berupa harta likuid yang dapat dengan mudah dikonversi ke dalam bentuk uang kas atau aktiva yang digunakan untuk berinvestasi dalam periode waktu dekat (biasanya di bawah 12 bulan).

Aktiva lancar disusun berurutan berdasarkan likuiditasnya (seberapa cepat asset tersebut bisa diubah menjadi uang kas).

Bebarapa komponen yang masuk dalam kategori ini adalah :

  1. Kas dan Bank (Cash and Bank)
  2. Surat-surat Berharga (Marketable Securities)
  3. Pihutang Dagang (Account Receivable)
  4. Persediaan Barang (Inventory)
  5. Biaya yang Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)
  6. Investasi (Investment)
b. Aktiva Tidak Lancar (Non-Current Asset)

Bisa disebut juga Aktiva Tetap (Fixed Asset) yang merupakan kekayaan berupa barang investasi yang tidak likuid atau tidak dapat diuangkan secara cepat.

Beberapa komponen aktiva tetap yang banyak ditemukan dalam neraca diantaranya adalah :

  1. Tanah (Land)
  2. Bangunan (Building)
  3. Mesin (Machinaries)
  4. Peralatan (Equipment)
  5. Kendaraan (Vechicle)
  6. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
  7. Aktiva Lain-lain (Other Asset)
Untuk lebih jelasnya silahkan baca juga artikel sebelumnya :


Akuntansi : Neraca (Balance Sheet)

Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukan komposisi aktiva serta pasiva perusahaan pada tanggal tertentu. Aktiva merupakan sisi kekayaan dan investasi dari perusahaan, sedangkan pasiva berisi utang dan modal pemilik.

Sengan begitu, posisi keuangan antara sisi aktiva dan sisi pasiva dapat diformulasikan sebagai berikut :

Aktiva = Pasiva

atau

Kekayaan = Utang + Modal

Neraca untuk seluruh perusahaan baik besar maupun kecil memiliki kategori yang sama dan disusun dalam urutan yang juga sama. Perbedaannya terletak pada rincian yang ada karena neraca dibuat untuk memenuhi kebutuhan informasi masing-masing perusahaan.

Aktiva Lancar

Utang Jangka Pendek
Aktiva  Tetap
Utang Jangka Panjang
Aktiva lain-lain
Modal

Sisi Aktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya sedangkan sisi Pasiva disusun berdasarkan urutan jatuh temponya. Komponen aktiva yang paling likuid akan berada di urutan paling atas aktiva dan komponen pasiva yang semakin pendek jatuh temponya akan berada di urutan paling atas pasiva.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel sebelumnya :

Akuntansi : Pembuatan Laporan Keuangan

Setelah transaksi bisnis diidentifikasi dan dicatat, maka disiapkan laporan bagi pihak yang berkepentingan yang disebut dengan laporan keuangan.

Laporan keuangan yang lengkap mencakup Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan -- termasuk informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan.

Bagi perusahaan perorangan atau kecil, laporan keuangan utama yang perlu dibuat adalah laporan laba rugi dan neraca.

→  Laporan Laba Rugi : Laporan berupa pendapatan dan biaya selama periode wakru tertentu (misalnya           sebulan atau setahun).

→  Neraca : Melaporkan daftar kekayaan, utang dan modal pemilik pada tanggal tertentu (biasanya pada           akhir bulan atau akhir tahun).

Seluruh laporan keuangan tersebut harus diidentifikasi dengan nama perusahaan, jenis laporan dan tanggal (untuk neraca) atau jangka waktu (untuk Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal dan laporan Arus Kas) laporan tersebut.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel selanjutnya :