Akuntansi : Aktiva (Assets)

Aktiva terbagi menjadi 2 (dua) bagian :

a. Aktiva Lancar (Current Asset)

Adalah kekayaan berupa harta likuid yang dapat dengan mudah dikonversi ke dalam bentuk uang kas atau aktiva yang digunakan untuk berinvestasi dalam periode waktu dekat (biasanya di bawah 12 bulan).

Aktiva lancar disusun berurutan berdasarkan likuiditasnya (seberapa cepat asset tersebut bisa diubah menjadi uang kas).

Bebarapa komponen yang masuk dalam kategori ini adalah :

  1. Kas dan Bank (Cash and Bank)
  2. Surat-surat Berharga (Marketable Securities)
  3. Pihutang Dagang (Account Receivable)
  4. Persediaan Barang (Inventory)
  5. Biaya yang Dibayar di Muka (Prepaid Expenses)
  6. Investasi (Investment)
b. Aktiva Tidak Lancar (Non-Current Asset)

Bisa disebut juga Aktiva Tetap (Fixed Asset) yang merupakan kekayaan berupa barang investasi yang tidak likuid atau tidak dapat diuangkan secara cepat.

Beberapa komponen aktiva tetap yang banyak ditemukan dalam neraca diantaranya adalah :

  1. Tanah (Land)
  2. Bangunan (Building)
  3. Mesin (Machinaries)
  4. Peralatan (Equipment)
  5. Kendaraan (Vechicle)
  6. Aktiva Tidak Berwujud (Intangible Asset)
  7. Aktiva Lain-lain (Other Asset)
Untuk lebih jelasnya silahkan baca juga artikel sebelumnya :


Akuntansi : Neraca (Balance Sheet)

Neraca adalah laporan keuangan yang menunjukan komposisi aktiva serta pasiva perusahaan pada tanggal tertentu. Aktiva merupakan sisi kekayaan dan investasi dari perusahaan, sedangkan pasiva berisi utang dan modal pemilik.

Sengan begitu, posisi keuangan antara sisi aktiva dan sisi pasiva dapat diformulasikan sebagai berikut :

Aktiva = Pasiva

atau

Kekayaan = Utang + Modal

Neraca untuk seluruh perusahaan baik besar maupun kecil memiliki kategori yang sama dan disusun dalam urutan yang juga sama. Perbedaannya terletak pada rincian yang ada karena neraca dibuat untuk memenuhi kebutuhan informasi masing-masing perusahaan.

Aktiva Lancar

Utang Jangka Pendek
Aktiva  Tetap
Utang Jangka Panjang
Aktiva lain-lain
Modal

Sisi Aktiva disusun berdasarkan urutan likuiditasnya sedangkan sisi Pasiva disusun berdasarkan urutan jatuh temponya. Komponen aktiva yang paling likuid akan berada di urutan paling atas aktiva dan komponen pasiva yang semakin pendek jatuh temponya akan berada di urutan paling atas pasiva.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel sebelumnya :

Akuntansi : Pembuatan Laporan Keuangan

Setelah transaksi bisnis diidentifikasi dan dicatat, maka disiapkan laporan bagi pihak yang berkepentingan yang disebut dengan laporan keuangan.

Laporan keuangan yang lengkap mencakup Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan Posisi Keuangan, catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan -- termasuk informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan keuangan.

Bagi perusahaan perorangan atau kecil, laporan keuangan utama yang perlu dibuat adalah laporan laba rugi dan neraca.

→  Laporan Laba Rugi : Laporan berupa pendapatan dan biaya selama periode wakru tertentu (misalnya           sebulan atau setahun).

→  Neraca : Melaporkan daftar kekayaan, utang dan modal pemilik pada tanggal tertentu (biasanya pada           akhir bulan atau akhir tahun).

Seluruh laporan keuangan tersebut harus diidentifikasi dengan nama perusahaan, jenis laporan dan tanggal (untuk neraca) atau jangka waktu (untuk Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal dan laporan Arus Kas) laporan tersebut.

Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel selanjutnya :

Akuntansi : Pemindahbukuan ke Buku Besar (Posting)

Setelah dicatat dalam jurnal, catatan transaksi tersebut kemudian akan dipindahkan ke buku besar sesuai jenis akun. Misalnya, buku besar Piutang berisi catatan transaksi mengenai Piutang dan Buku Besar Utang Usaha berisi catatan transaksi yang berhubungan dengan Utang Usaha.

Jadi, buku Besar sebenarnya merupakan 'ringkasan' catatan transaksi keluar masuk yang ada dalam masing-masing akun perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.

Contoh :

Dengan menggunakan contoh Pencatatan Transaksi, transaksi tanggal 1 dan 2 akan dipindahkan ke buku besar Kas di Tangan, Peralatan Toko dan Modal Pemilik sebagai berikut :

Kas di Tangan


Uraian
Debit
Kredit
Saldo Akhir
Disetor modal tunai Rp 10 juta
10.000.000

10.000.000
Dibeli tunai peralatan toko Rp 1 juta

1.000.000
9.000.000

Transaksi ini akan dicatat dalam buku besar sebagai berikut :

URAIAN
DEBET
KREDIT
SALDO AKHIR
SALDO AWAL
-
-
-
Disetor modal tunai Rp 10 juta
10.000.000
-
10.000.000
Dibeli tunai peralatan toko Rp 1 juta
-
1.000.000
9.000.000

Peralatan Toko

Uraian
Debit
kredit
Saldo Akhir
Dibeli tunai peralatan toko Rp 1 juta
1.000.000

1.000.000

Transaksi ini akan dicatat dalam buku besar sebagai berikut :

URAIAN
DEBET
KREDIT
SALDO AKHIR
SALDO AWAL
-
-
-
Dibeli tunai peralatan toko Rp 1 juta
1.000.000
-
1.000.000

Modal Pemilik

Uraian
Debit
Kredit
Saldo Akhir
Disetor tunai perlatan toko Rp 1 juta
-
10.000.000
10.000.000

Transaksi ini akan dicatat dalam buku besar sebagai berikut :

URAIAN
DEBET
KREDIT
SALDO AKHIR
SALDO AWAL
-
-
-
Disetor modal tunai Rp 1 juta
-
10.000.000
10.000.000

Jadwal Bank BRI, BNI & DANAMON Offline/Online




Bank BRI Offline :
Senin - Sabtu : 06.00 WIB






Bank BNI & Danamon :

Online 24 jam, kecuali sedang terjadi gangguan dalam waktu yang tidak dapat ditentukan.